Konsultasi Publik di Sipispis, Perkim dan LH Sergai Dorong Pembenahan, PT TSP Siap Benahi Pengelolaan Limbah

Terkini 19 Sep 2026 08:18 • 4 min read • 46 views • By admin

Share berita ini

Konsultasi Publik di Sipispis, Perkim dan LH Sergai Dorong Pembenahan, PT TSP Siap Benahi Pengelolaan Limbah
Kabid Perkim dan LH Kabupaten Sergai, Boy R Sihombing, menegaskan bahwa kondisi kualitas air tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan pengamatan secara kasatmata.

DUTA NUSANTARA|SERGAI — Konsultasi publik terkait pengelolaan lingkungan mempertemukan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai melalui Perkim dan LH, serta manajemen PT Tenera Sergai Perkasa (TSP) di Aula Kantor Camat Sipispis, Jumat (18/9/2026).

‎

‎Forum tersebut menjadi ruang dialog untuk menyampaikan masukan masyarakat sekaligus memberikan penjelasan mengenai aspek teknis pengelolaan lingkungan serta langkah pembenahan yang akan dilakukan perusahaan.

‎

‎Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi PT TSP untuk menjelaskan kondisi pengelolaan limbah perusahaan dan menunjukkan komitmennya menindaklanjuti masukan yang disampaikan masyarakat.

‎

‎Perkim dan LH: Kondisi Air Harus Dibuktikan Lewat Laboratorium

‎

‎Dalam forum tersebut, Kabid Perkim dan LH Kabupaten Sergai, Boy R Sihombing, menegaskan bahwa kondisi kualitas air tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan pengamatan secara kasatmata.

‎

‎Menurut Boy, untuk memastikan kondisi air diperlukan pengambilan sampel dan pemeriksaan laboratorium sesuai prosedur yang berlaku.

‎

‎«“Tidak bisa kita mengatakan air itu tercemar atau tidak hanya dengan melihat kondisinya. Harus dilakukan pengujian sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku,” ujar Boy.»

‎

‎Ia menjelaskan, Dinas Perkim dan LH Sergai memiliki laboratorium terakreditasi yang dapat digunakan untuk pemeriksaan kualitas air.

‎

‎Namun, proses pengambilan sampel juga harus dilakukan dengan tata cara tertentu karena kondisi air dapat dipengaruhi oleh aliran maupun proses yang terjadi di badan air.

‎

‎“Pengambilan sampel ada tata caranya. Setelah diambil, sampel harus diperiksa di laboratorium. Hasilnya tidak langsung keluar, membutuhkan waktu sekitar 14 hari,” katanya.

‎

‎Penjelasan tersebut menjadi bagian penting dalam forum, terutama agar penilaian terhadap kondisi lingkungan didasarkan pada hasil pemeriksaan dan data teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.

‎

‎PT TSP Terbuka terhadap Masukan Warga

‎

‎Dari pihak perusahaan, Manajer Industri PT TSP, Weldi Sinaga, menyampaikan bahwa perusahaan telah beroperasi sekitar satu tahun lima bulan dan secara administrasi telah mengantongi izin dari instansi terkait.

‎

‎Weldi menegaskan bahwa manajemen PT TSP terbuka terhadap kritik maupun masukan masyarakat. Menurutnya, komunikasi dan keterbukaan diperlukan agar berbagai persoalan dapat dibahas dan diselesaikan bersama.

‎

‎«“Kita menerima kritik dan saran. Yang penting bagaimana persoalan ini bisa kita selesaikan bersama,” ujar Weldi.»

‎

‎Ia juga menyampaikan komitmen perusahaan untuk melakukan pembenahan terhadap kolam penampungan limbah, termasuk menangani endapan yang menyebabkan pendangkalan.

‎

‎“Dalam proses pengolahan pasti ada pendangkalan kolam penampungan limbah. Dalam waktu dekat kami akan melakukan pencucian endapan yang ada di kolam,” jelasnya.

‎

‎Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk tindak lanjut perusahaan terhadap masukan yang berkembang dalam forum konsultasi publik.

‎

‎Warga Sampaikan Masukan Lingkungan

‎

‎Dalam forum tersebut, warga Desa Silau Padang menyampaikan sejumlah masukan mengenai pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

‎

‎Warga berharap pengelolaan limbah terus dibenahi sehingga aktivitas perusahaan dapat berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

‎

‎Masyarakat juga mengusulkan program pemberdayaan lingkungan berupa penebaran bibit ikan di sungai.

‎

‎Usulan itu diharapkan dapat mendukung ekosistem perairan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan memancing dan pemanfaatan ikan untuk konsumsi.

‎

‎CSR Diharapkan Terus Berlanjut

‎

‎Sementara itu, Kades Marjanji, Ir. Jasmadi, menyampaikan bahwa PT TSP selama ini telah memberikan bantuan kepada masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

‎

‎Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan semakin diarahkan pada kebutuhan masyarakat Desa Marjanji.

‎

‎Menurutnya, sinergi antara perusahaan dan masyarakat penting agar keberadaan kegiatan usaha juga memberikan manfaat sosial bagi lingkungan sekitar.

‎

‎Dialog Jadi Dasar Pembenahan

‎

‎Konsultasi publik tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan aspirasi masyarakat dengan penjelasan pemerintah dan pihak perusahaan.

‎

‎Masukan warga, penjelasan Perkim dan LH Sergai mengenai pentingnya pemeriksaan laboratorium, serta komitmen PT TSP melakukan pembenahan menjadi poin utama dalam forum tersebut.

‎

‎Dengan adanya komunikasi terbuka dan tindak lanjut berdasarkan ketentuan yang berlaku, pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah operasional PT TSP diharapkan dapat terus diperbaiki.

‎

‎Forum tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dapat dibahas melalui dialog, pengawasan teknis, dan langkah perbaikan bersama antara masyarakat, pemerintah dan perusahaan.***(Red)

‎

‎

‎

Duta Nusantara News