Proyek Cetak Sawah Rakyat di Sergai Diprotes Warga, Petani Khawatir Gagal Panen

Terkini 25 Jul 2026 12:32 • 3 min read • 410 views • By admin

Share berita ini

Proyek Cetak Sawah Rakyat di Sergai Diprotes Warga, Petani Khawatir Gagal Panen
Alat berat jenis ekskavator beroperasi di lokasi proyek Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Dusun Sei Kering, Desa Juhar, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai, sebelum aktivitas pekerjaan dihentikan sementara menyusul protes warga yang khawatir pelaksanaan proyek berdampak terhadap tanaman padi mereka(Foto:WH)

Duta Nusantara News, Serdang Bedagai – Proyek Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang merupakan program pemerintah di Dusun Sei Kering, Desa Juhar, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), menuai protes dari sejumlah warga. Mereka khawatir pelaksanaan proyek tersebut dapat memicu serangan hama tikus yang berpotensi menyebabkan gagal panen pada lahan persawahan di sekitar lokasi.

‎

‎Aksi protes dilakukan pada Jumat (24/7), ketika sejumlah pemilik sawah bersama Kepala Dusun, Ketua Kelompok Tani, dan Kepala Desa Juhar mendatangi lokasi proyek. Mereka meminta alat berat yang sedang beroperasi dihentikan sementara hingga ada solusi atas kekhawatiran masyarakat.

‎

‎Warga menilai pelaksanaan proyek belum memperhatikan kondisi lahan pertanian di sekitarnya. Saat ini, tanaman padi milik masyarakat di sekitar lokasi diketahui telah berusia sekitar dua bulan dan sedang memasuki masa pertumbuhan.

‎

‎Salah seorang petani, Maida Boru Gultom, mengatakan masyarakat tidak menolak program Cetak Sawah Rakyat yang bertujuan mengalihfungsikan lahan perkebunan kelapa sawit menjadi areal persawahan. Namun, menurutnya, pelaksanaan proyek seharusnya mempertimbangkan kondisi tanaman padi yang sedang dibudidayakan warga.

‎

‎"Pada prinsipnya kami mendukung program pemerintah. Tetapi kami khawatir pekerjaan yang dilakukan sekarang justru mengancam tanaman padi kami. Tumpukan batang kelapa sawit di dekat sawah dikhawatirkan menjadi tempat berkembangnya hama tikus. Jika sampai terjadi gagal panen, siapa yang akan bertanggung jawab?" ujar Maida.

‎

‎Ia berharap Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai bersama pihak pelaksana proyek menunda pekerjaan hingga masyarakat selesai melaksanakan panen.

‎

‎Senada dengan itu, Kepala Desa Juhar, Derman Sinaga, menyatakan pemerintah desa mendukung program Cetak Sawah Rakyat sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan dan memperluas lahan pertanian produktif.

‎

‎Namun demikian, ia menilai keberatan yang disampaikan warga merupakan aspirasi yang patut diperhatikan karena menyangkut keberlangsungan usaha tani masyarakat.

‎

‎"Pemerintah desa memahami kekhawatiran warga. Mereka khawatir tanaman padinya akan terdampak dan berisiko mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus jika pekerjaan tetap dilaksanakan pada saat musim tanam," katanya.

‎

‎Derman mengungkapkan bahwa sebelumnya pemerintah desa telah menyampaikan usulan kepada pihak terkait agar pekerjaan proyek dilaksanakan setelah masyarakat selesai panen atau sebelum memasuki musim tanam berikutnya.

‎

‎"Sebelumnya sudah kami sampaikan kepada pemerintah dan pihak rekanan agar pekerjaan dilakukan setelah panen atau sebelum masa tanam. Namun pekerjaan tetap berjalan hingga akhirnya masyarakat menyampaikan protes di lokasi," ujarnya.

‎

‎Akibat aksi protes tersebut, aktivitas alat berat di lokasi proyek dihentikan sementara.

‎

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai maupun pihak pelaksana proyek terkait tanggapan atas keberatan warga dan tindak lanjut pelaksanaan proyek Cetak Sawah Rakyat tersebut.***(WH)

Duta Nusantara News