Ust. M. Taufiq: Kepemimpinan yang Kokoh Lahir dari Hati yang Dipenuhi Iman dan Takwa

Terkini 26 Jul 2026 11:47 • 2 min read • 110 views • By admin

Share berita ini

Ust. M. Taufiq: Kepemimpinan yang Kokoh Lahir dari Hati yang Dipenuhi Iman dan Takwa
Ust. M. Taufiq, S.Ag., menyampaikan materi pada Kuliah Umum Bina Pribadi Islami (BPI) bertema "Agent of Change: Youth for Ummah" usai Pelantikan Pembina BPI di Hayfalah International Islamic Boarding School (IIBS) Riau, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Jumat (24/7/2026). Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan iman, takwa, dan akhlak mulia. (Foto: Istimewa)

Duta Nusantara News,Kampar – Pelantikan Pembina Bina Pribadi Islami (BPI) Hayfalah International Islamic Boarding School (IIBS) Riau menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem pembinaan karakter di lingkungan pesantren. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Kuliah Umum BPI ini menegaskan komitmen Hayfalah untuk membangun generasi yang berlandaskan iman, takwa, dan akhlak mulia.

‎

‎Kuliah umum bertema "Agent of Change: Youth for Ummah" menghadirkan tokoh BPI JSIT Riau, Ust. M. Taufiq, S.Ag., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa kepemimpinan dalam lembaga pendidikan Islam tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan manajerial, tetapi harus dibangun di atas fondasi iman, takwa, dan akhlak yang kokoh.

‎

‎Menurutnya, setiap amanah kepemimpinan merupakan bentuk ibadah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Karena itu, setiap kebijakan, program, dan langkah organisasi harus berorientasi pada kemaslahatan umat serta dijalankan dengan penuh keikhlasan.

‎

"Kepemimpinan yang kokoh lahir dari hati yang dipenuhi iman dan takwa. Ketika nilai-nilai tersebut menjadi landasan, setiap program kerja dan sinergi yang dibangun akan menghadirkan keberkahan serta memberikan manfaat nyata bagi umat," ujar Ust. M. Taufiq.

 

‎Ia menjelaskan, pesan tersebut selaras dengan visi tarbiyah Hayfalah yang mengedepankan pembentukan adab dan akhlak sebelum penguasaan ilmu. Proses pembinaan, katanya, tidak cukup dilakukan melalui penyampaian materi semata, tetapi juga harus diwujudkan melalui keteladanan, kedekatan emosional, serta pendampingan yang berkesinambungan agar mampu membentuk karakter peserta didik secara utuh.

‎

‎Selain itu, Ust. M. Taufiq mengajak seluruh Pembina BPI, guru, dan tenaga kependidikan untuk menjaga integritas, memperkuat ukhuwah, serta menjadikan BPI sebagai instrumen pembinaan yang melahirkan generasi muslim yang amanah, berilmu, dan berakhlak mulia.

‎

‎Pelantikan Pembina BPI ini menjadi bagian dari komitmen Hayfalah International Islamic Boarding School (IIBS) Riau dalam memperkuat budaya tarbiyah di lingkungan pesantren. Program BPI diharapkan menjadi fondasi pembinaan yang mampu mencetak ulama penggerak, pemimpin masa depan, dan generasi muslim berwawasan global yang siap memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan peradaban.

‎

‎Menutup rangkaian kegiatan, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, tamu undangan, orang tua santri, serta peserta yang telah berpartisipasi menyukseskan pelantikan dan kuliah umum tersebut. Semangat "Agent of Change: Youth for Ummah" diharapkan terus menjadi inspirasi dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, dan siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.***(Sarifudin Sinaga)

Duta Nusantara News